DPRD Jabar Sahkan Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat disaksikan Gubernur Menandatangani 4 Raperda menjadi Perda

BANDUNG, BEDAnews.com – DPRD Provinsi Jawa Barat dalam rapat paripurna yang dilaksanakan Senin (1/2/2021) mensahkan Raperda tentang Penyelenggaraan Pesantren menjadi Peraturan daerah Provinsi Jawa Barat, Penetapan dan pengesahan perda tentang pesantren  tersebut merupakan yang pertama tentang Pesantren di Indonesia.

Pengesahan dan penandatanganan satu dari empat Raperda menjadi perda  tersebut meliputi Raperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak; (2 Raperda tentang Penyelenggaraan Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian; (3) Raperda tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia di Provinsi Jabar; (4 Raperda tentang Penyelenggaraan Pesantren.

Penandatanganan dilakukan  oleh Ketua DPRD Jabar Taufik Hidayat dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam rapat paripurna, di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (1/2/2021).

Setelah disahkan dan ditandatangani Perda tersebut akan diajukan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang nantinya untuk mendapatkan legalitas hukum.

Ketua DPRD Jabar Brigjen (Pur) Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya merasa optimis Perda tersebut mendapatkan legalitas dari Kemendagri, sehingga nantinya dapat digunakan di provinsi Jawa Barat.

Menurutnya, proses pengajuan akan dilaksanakan secepatnya, bahkan katanya lebih cepat akan lebih bagus.

“Minggu depan juga sudah mulai jalan, lebih cepat lebih bagus,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Jabar menyebutkan  bersyukur atas pengesahan IV Raperda tersebut. Terutama Raperda Penyelenggaraan Pesantren dibentuk untuk mendukung pendidikan di pesantren yang selama ini kurang mendapat perhatian dari negara.

“Kami dapat apresiasi dari Kementerian Agama karena Jabar adalah provinsi pertama (di Indonesia) yang memiliki perda untuk pesantren,” ucap Kang Emil.

“Sehingga tidak ada boleh lagi ada anak-anak Jabar yang memilih sekolah di pesantren tidak mendapatkan dukungan dari negara. Dengan Perda Pesantren ini, semua anak-anak di Jabar memiliki hak yang sama dalam fasilitasi dari negara,” tegasnya.

Emil menyebutkan, kehadiran Perda Pesantren pun membuat ribuan pesantren di Jabar bisa didukung dan dibantu secara resmi sehingga visi Jabar Juara Lahir Batin bisa terwujud tanpa diskriminasi. @herz

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Balai Mektan Jabar Uji Alat Mesin Pertanian Secara Proaktif Di Lokasi Produsen

Next Article

DPRD Apresiasi Langkah Pemkot Bandung Dalam Penanganan Covid-19

Related Posts