Padepokan Dan Paguron Pencak Silat Tasikmalaya, Usulkan Senam Silat Indonesia

Padepokan dan paguron pencak silat Tasikmalaya yang tergabung dalam (PPSI), saat mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (3/3/2021)

TASIKMALAYA, BEDAnews.com – Sejumlah pelaku seni budaya pencak silat Tasikmalaya dari berbagai padepokan dan paguron pencak silat yang tergabung dalam Perkumpulan Pendekar Silat Indonesia, Rabu (3/3/2021) mendatangi DPRD Kota Tasikmalaya.

Kunjungan tersebut, guna menyampaikan inovasi baru yakni Senam Silat Indonesia hasil kolaborasi jurus-jurus dari berbagai padepokan atau paguron silat yang ada di Tasikmalaya dalam rangka melestarikan seni budaya pencak silat.

Ketua Seni Budaya Senam Silat Indonesia Acep Suhendar mengharapkan bahwa inovasi baru tersebut dapat diterapkan dalam sistem pendidikan sekolah baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Selain itu, senam silat ini tidak hanya untuk kalangan sekolah saja, melainkan untuk umum. Alhamdulillah, pihak DPRD Kota Tasikmalaya termasuk dinas-dinas terkait mengapresiasi dan merespon dengan baik serta siap mendukung program kami,” ujarnya.

Menurutnya, dibandingkan dengan senam lain, senam silat ini memiliki manfaat dan hikmah yang besar bagi semua, baik itu bagi anggota maupun bagi masyarakat luas secara umumnya.

“Artinya, jangan sampai kalah dengan yang lain. Ini harus benar-benar di kembangkan karena ini merupakan budaya kita semua yang ada di tatar sunda. Jika bukan kita, oleh siapa lagi budaya silat ini dilestarikan,” katanya

Saat ini, kata pria yang akrab disapa Ki Sanca, target utamanya adalah untuk melestarikan seni budaya pencak silat di masyarakat.

“Kedepan senam silat akan mempromosikan dan disosialisaikan kepada masyarakat dengan menggelar kegiatan di tempat-tempat umum, tentunya setelah masa pandemi Covid-19 ini berakhir,” ucapnya

Senam silat merupakan hasil karya dari Perkumpulan Pendekar Silat Indonesia dimana pihaknya menginginkan program tersebut masuk kedalam kurikulum pendidikan, khususnya di Kota Tasikmalaya.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Dede Muharam  selepas audiensi bersama Perkumpulan Pendekar Silat Indonesia

“Tentunya keinginan mereka ini dilandasi dengan beberapa alasan diantaranya bahwa senam yang biasa dilakukan di sekolah saat ini sudah tidak ada. Selain itu, program ini juga memiliki muatan positif yakni menumbuh kembangkan seni dan budaya lokal. Paling tidak, dapat dipertahankan” ujarnya.

Menurutnya, seni dan budaya pencak silat tersebut merupakan sesuatu hal harus lebih diperkuat lagi oleh semua pihak. Pasalnya, dalam senam silat ini dapat membentuk karakter, jiwa, dan rasa, disamping kekuatan fisik.

“Kegiatan ini juga dapat mempersatukan paguron-paguron pencak silat yang ada di Kota Tasikmalaya khususnya,” kata Politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Berdasarkan informasi dari Dinas Pendidikan (Disdik) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Tasikmalaya, tempat atau wadah untuk program tersebut sudah ada, sehingga dapat memungkinkan untuk masuk kedalam kurikulum pendidikan sekolah.

“Menyikapi hal ini, tentunya kami sangat mengapresiasi dan mendukung atas apa yang diciptakan oleh para pelaku seni budaya pencak silat ini karena banyak nilai positif yang dapat diambil seperti pembentukan karakter jiwa, melestarikan seni dan budaya, termasuk memperbaiki perekonomian para pelaku seni itu sendiri,” ucapnya. (Noer)

 

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Berharap Curah Hujan Jadi Berkah

Next Article

PWI Kota Bandung Berikan Sembako Bagi Warga Kecamatan Bandung Kidul

Related Posts