Satelit Republik Indonesia (Satria) Lengkapi Konektivitas Digital Nasional

Jakarta – ekpos.com – Tugas BAKTI Kominfo dalam membangun dan menyediakan infrastruktur telekomunikasi di wilayah non komersil tidak terbatas hanya pada pembangunan BTS di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal), namun juga menyediakan satelit multifungsi yang diberi nama SATRIA (Satelit Republik Indonesia).

Satelit ini akan melengkapi program BTS 4G di lokasi yang tidak terjangkau sinyal tower BTS dan Palapa Ring yang telah diluncurkan pada tahun 2019.

Hasil penelitian di tahun 2017 masih terdapat kurang lebih 150.000 titik layanan publik di Indonesia yang belum terkoneksi internet. Padahal sudah 20 tahun operator telekomunikasi hadir di negara kita tapi masih menyisakan daerah-daerah yang tidak terjagkau sinyal.

Kondisi ini membuat Indonesia berada di urutan 111 ITU ICT Development Index tahun 2017.

Menurut Anggota Dewan Profesi dan Asosiasi MASTEL, Kanaka Hidayat, satelit menjadi pilihan terakhir dan satu-satunya teknologi yang dapat menjangkau daerah pinggiran yang tidak terjangkau teknologi terrestrial. “Satelit merupakan teknologi konservatif yang memiliki standar dan aturan main khusus yang diatur secara internasional tapi masih terus dibutuhkan hingga sekarang,” jelasnya.

SATRIA merupakan proyek strategis nasional berskema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dengan pola pembayaran ketersediaan layanan selama 15 tahun. Skema tersebut memiliki keunggulan jaminan proyek melalui PT. Penjamin Infrastruktur Indonesia.

Direktur Utama Bakti Kominfo, Anang Latif menjelaskan bahwa, Indonesia akan meluncurkan 3 satelit: SATRIA 1, SATRIA 2, dan SATRIA 3 dalam kurun waktu dari tahun 2023—2030.

Untuk SATRIA 1, rencananya akan diluncurkan pertengahan tahun 2023 dengan kapasitas 150 Gbps dengan kecepatan internet 1 Mbps per titik lokasi, mengadopsi teknologi High Throuhput Satellite (HTS), slot orbit 146E dan orbit raising electric.

“Saat ini SATRIA 1 masih dalam proses produksi di Perancis oleh perusahaan Tales Alemania Space dengan roket peluncur Space X Falcon 9-5500 produksi Amerika Serikat. Rencana peluncurannya pada November 2023 di Florida,“ tambah Anang.

SATRIA 1 secara teknis dapat menyediakan kuota 1,14 GB/pengguna/bulan untuk melayani akses internet di 150 ribu titik layanan publik, yaitu fasilitas sekolah / pesantren (93.900 titik), pemda / kecamatan/ desa (47.900 titik), kantor polisi / TNI di wilayah 3T (3.900 titik), puskesmas / rumah sakit (3.700 titik), dan layanan publik lain (600 titik). (Red).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Lulusan Taruna dan Taruni Akmil, Menjadi Kebanggaan Orang Tua dan Keluarga

Next Article

Plt Walikota Ngatiyana Pimpin Apel Pemantauan Pelaksanaan PPKM Darurat

Related Posts