[26-Sep-2021 10:12:09 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Uncaught Error: Class 'Powerkit_Module' not found in /home/ekposco1/public_html/wp-content/plugins/powerkit/modules/class-powerkit-custom-fonts.php:12 Stack trace: #0 {main} thrown in /home/ekposco1/public_html/wp-content/plugins/powerkit/modules/class-powerkit-custom-fonts.php on line 12 Oded: Ulama Harus Bisa Beradaptasi dengan Situasi Kekinian – Ekpos.com

Oded: Ulama Harus Bisa Beradaptasi dengan Situasi Kekinian

BANDUNG – Ekpos.Com >> Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan, ulama memiliki peran penting dan tanggung jawab moral terhadap pembinaan umat. Oleh karenanya, ulama harus bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi kekinian.

Oded menuturkan, saat ini penyesuaian bukan hanya berkenaan dengan pandemi Covid-19 saja. Namun, kehidupan sosial masyarakat turut mengalami pergeseran seiring dengan perkembangan zaman.

“Perubahan interaksi masyarakat harus menjadi perhatian dalam menyusun program. Penyesuaian demi penyesuaian harus dilakukan dalam pola-pola dakwah dan pembinaan umat,” ucap Oded, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-10 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung, di Kantor MUI Kota Bandung, Sabtu, (11/9/2021).

Oleh karenanya, lanjut Oded, penyesuaian para ulama menjadi sebuah keniscayaan. Seperti tuntutan untuk lebih familiar dengan penggunaan teknologi komunikasi dan memahami beragam media interaksi sosial berbasis daring atau online.

Oded mengatakan, wawasan para ulama diperlukan untuk bisa mengorelasikan situasi terkini dengan ajaran agama Islam.

“Para ulama juga menghadapi tantangan berupa penyebaran hoaks yang masif. Sebagai pembina umat, ustaz, kiai, dan ulama harus menjadi garda terdepan dalam penyebaran informasi yang sahih,” terangnya.

Oded berharap, beragam penyesuaian tersebut bisa menjadi bahan rujukan dalam menyusun program kerja bagi kepengurusan periode berikutnya. Namun, utamanya setiap program dari MUI harus bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami siap untuk berkolaborasi dalam pembinaan umat khususnya tentang pemahaman pandemi, supaya mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Bila hanya mengandalkan media sosial, dikhawatirkan justru hoaks dan kekeliruan yang didapat,” terangnya.

Sementara itu Ketua MUI Kota Bandung Periode 2016-2021, Miftah Faridl mengungkapkan, dalam Musda ke-10 ini menjadi komitmen organisasi untuk merespon dinamika persoalan terkini. Sekaligus menyiapkan program kunci bagi para ulama ke depannya.

“Ke depan kita berpacu dengan waktu, memulihkan situasi dan merawat suasana setelah pandemi Covid-19. Kesulitan sudah muncul dalam kehidupan belum lagi persoalan lainnya yang menuntut kehadiran MUI untuk merespon,” ucap Miftah.

Miftah juga berharap para ulama tetap menjaga stabilitas dengan berperan secara profesional. Serta berkolaborasi dengan sejumlah pihak menciptakan kehidupan bermasyarakat yang berlandaskan ajaran agama.

“MUI tetap berkomitmen mempertahankan Bandung Agamis sebagai pilar penting mempertahankan Bandung Juara. MUI tetap berperan ikut mendukung pembangunan kota tanpa menghilangkan identitas agamis,” katanya.

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Tiga Tahun Kepemimpinan Oded-Yana Berjibaku Melawan Covid-19

Next Article

Kapolres Demak: PTM Sudah Dimulai, Vaksinasi Jalan Terus

Related Posts