[26-Sep-2021 10:12:09 Asia/Jakarta] PHP Fatal error: Uncaught Error: Class 'Powerkit_Module' not found in /home/ekposco1/public_html/wp-content/plugins/powerkit/modules/class-powerkit-custom-fonts.php:12 Stack trace: #0 {main} thrown in /home/ekposco1/public_html/wp-content/plugins/powerkit/modules/class-powerkit-custom-fonts.php on line 12 Pengamat: Isu Resufle, Kader Hanura Djafar Badjeber Layak Masuk Kabinet – Ekpos.com

Pengamat: Isu Resufle, Kader Hanura Djafar Badjeber Layak Masuk Kabinet

Jakarta – ekpos.com – Direktur Eksekutif Political dan Public Policy Studies (P3S), Dr. Jerry Massie memandang kader potensial Partai Hanura bisa di akomodir dalam kabinet.

Menurut Jerry, ada 3 figur kader Partai Hanura yang potensial, yakni, Ketum OSO, Wakil Ketua Umum Bidang Politik, Djafar Badjeber, Sekjen Made Pasek Suardika Sekjen

Berikut Pengalaman H. Djafar Badjeber:

Wakil Direktur Jaringan, TKN Jokowi- Ma’ruf Amin tahun 2019, pernah menjadi Anggota MPR RI 1987- 1992, 15 Tahun Pimpinan dan Anggota DPRD DKI Jakarta, Komisaris Utama PTPN 2 dari 2015-2020, Koordinator pemenangan Jokowi-JK untuk Pulau Sulawesi dan Kalimantan dari Bravo 5 tahun 2014, Wakil Ketua Direktur Jaringan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin tahun 2019.

Hal ini dipicu akan adanya resufle kabinet seiring masuknya PAN di koalisi Presiden Jokowi.

Jerry menilai, kendati di luar parlemen, Kalau saya nilai, Hanura ada partai pendukung yang getol memperjuangkan Jokowi..

Selain ada PKPI, PSI, PBB dan Perindo. Hanura punya pengalaman menempatkan menterinya di periode pertama Jokowi yakni Yudi Krisnandi yang ditunjuk Jokowi jadi Dubes.

Selain OSO sang Ketum, Hanura punya kader potensial lain yang bisa diakomodir dalam kabinet.

“Jadi balas budi politik tetap berjalan ini memang sistem perpolitikan tanah air. Sebaiknya kader terbaik Hanura bisa diakomodir oleh Jokowi,” ujar Jerry, Selasa (14/9/21).

Di periode pertama, lanjut Jerry, ada Wiranto yang masuk kabinet, tapi sekarang di nanti kader Hanura di bawah kepemimpinan Oesman Sapta Odang biar ada balancing atau keseimbangan di kubu koalisi. Kalau PSI ada kadernya di Wakil Menteri tapi Hanura harus ada.

“Perlunya melibatkan partai pemenangan Jokowi biar prinsip adil tapi tidak merata. 1 saja kader Hanura di Kabinet sudah pas. Kalau tidak ada kader Hanura maka saya katakan tak ada win win solution,” jelasnya. (Red).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

Pelaksanaan Seleksi PPPK Kota Cimahi Dilaksanakan Secara Transparan

Next Article

Target Emil Lakukan Percepatan Sertifikasi Wartawan di Jabar

Related Posts