Hari Ketiga Cabor Taekwondo PON XX Papua, Jabar Puncaki Klasemen Perolehan Medali

Papua – ekpos.com – Kontingen Jawa Barat memperkokoh posisinya sebagai peringkat teratas perolehan medali untuk sementara di cabor taekwondo hingga hari ketiga di PON XX Papua dengan menambah 3 medali emas.

Ketiga emas di hari ketiga, pertandingan taekwondo yang dilangsungkan di GOR Politeknik Penerbangan Jayapura, Papua, tersebut diraih masing-masing Megawati Tamesti Maheswari kyourugi di kelas under 49 kg putri, Muhammad Rizaldi dikelas under 74 kg putra dan Adam Yazid di kyorugi dikelas Under 68 kg.

Adam Yazid Ferdyansyah berhasil menyumbang emas setelah di pertandingan final mengalahkan taekwondoin asal DKI Jakarta Kenny Rafael Mumpel dengan skor akhir 38-15 pada PON XXX Papua 2021.

Kedua taekwondoin mempertontonkan pertandingan yang sangat menarik. Adam maupun Kenny sama-sama tampil menyerang dengan teknik-teknik tendangan yang variatif.

Di ronde pertama, pertandingan lebih dikuasai oleh Adam Yazid Ferdyansyah dengan mencatatkan nilai 20 sedangkan Kenny hanya mampu mengumpulkan empat poin. Beberapa pukulan dan tendangan dari atlet unggulan Jawa Barat tersebut membuat Kenny harus terjatuh bahkan sempat keluar dari garis matras.

Di ronde kedua Adam tidak menurunkan serangan. dan sebaliknya peraih medali emas pada PON XIX Jawa Barat 2016 tersebut semakin menggencarkan tendangan ke lawannya.

Bahkan, beberapa kali Kenny kembali dibuat jatuh. Tapi Kenny bukan tanpa perlawanan, di suatu momen ia juga berhasil membuat peraih juara dua Chuncheon Korea Open 2015 tersebut juga jatuh. Pada babak kedua skor masih menjadi milik Adam yakni 27 berbanding sembilan milik Kenny Rafael Mumpel. Di ronde ketiga, atlet DKI Jakarta tersebut mulai mengalami kesulitan dan tampak kehabisan tenaga.

Di akhir laga, Adam yang merupakan juara satu Jeonju Open Korea pada 2016 tersebut memastikan diri meraih medali emas dengan sk-or akhir 38-15, sekaligus menyumbang emas untuk Jawa Barat.

Sementara itu, emas kedua bagi kontingen Sumatera Barat (Sumbar) berhasil diraih melalui atlet andalannya yakni Delva Riski yang bermain kelas 0-73 Kg.

Tampil menjanjikan pada dua pertandingan awal dengan mendapatkan kemenangan atas Sulawesi Tengah dan Papua, difinal Delva tampil berhati-hati saat menghadapi kontingen Riau, Bella Oktafianti.

Sejak awal pertandingan, Delva tampil lebih unggul hingga berhasil mengamankan medali emas bagi Sumbar. Delva menang dengan skor akhir 23-13.

Selain Delva, Sumbar juga berhasil mengamankan medali perunggu berkat Densa Mata Astrit. Densa harus puas meraih perunggu setelah dirinya kalah pada kelas U-73 oleh M Rizaldi dari Jawa Barat dengan skor telak saat babak semifinal.

Sampai hari ketiga pertandingan taekwondo, 5 besar klasmen perolehan medali untuk sementara masih dipegang Jawa Barat dengan meraih total 7 emas, 2 perak dan 3 perunggu.

Jawa Tengah yang sebelumnya berada di urutan ketiga, akhirnya berhasil menggeser DKI Jakarta dengan menambah 1 emas menjadi total 3 emas, 4 perak dan 4 perunggu. DKI Jakarta untuk sementara berada di posisi ketiga dengan raihan 3 emas 1 perak dan 4 perunggu, diikuti Sulawes Tengah yang berada diposisi keempat dengan raihan 1 emas dan 2 perak. Selanjutnya Sumatra Barat dengan 1 emas dan 2 perunggu.

Sehari sebelumnya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman berkesempatan mengunjugi pertandingan Taekwondo.

Dalam kunjungannya tersebut, Marciano Norman mengucapkan terimakasih kepada seluruh atlet yang berpartisipasi di PON XX kali ini.

Tidak hanya itu, ia juga menyampaikan beberapa pesan mengenai gelaran acara PON Papua 2021. Salah satunya tentang penerapan protokol Kesehatan dan harapan di PON Papua 2021.

“Saya harapkan pembukaan PON yang begitu megah akan diimbangi dengan prestasi atlet yang kita bisa banggakan. Lalu, protokol Kesehatan kita bisa menerapkan secara ketat, sehingga tidak menerapkan masalah setelah PON selesai. Jadikan ini juga momentum yang sangat baik untuk kita dengan saudara kita di Papua, mempererat persaudaraan kita. Bahwa kita merupakan bagian dari mereka, mereka juga merupakan bagian dari kita dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Ketum KONI pusat.

Marciano juga berharap, di cabang olahraga Taekwondo ada atlet muda yang bisa diambil dari PON XX Papua.

“Saya berharap ada atlet-atlet muda yang bisa kita jaring dari PON ini. Atlet-atlet senior juga masih mempertahankan prestasinya, dan performa mereka juga masih sangat baik. Tapi kita harapkan juga atlet muda akan lahir dari cabor Taekwondo,” ungkap Marciano Norman yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBTI selama dua periode tersebut. (Red).

Total
0
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

ACT Cimahi Beri Bantuan Pangan Kepada Anak Yatim

Next Article

Jawa Barat Kembali Juara Umum Cabor Taekwondo PON XX Papua

Related Posts