Karlina Puspa: Fitnah Test PCR, Karena Agenda 2024 yang Berbeda

 

Jakarta – ekpos.com – Ketua Umum Forum Bhinneka Indonesia (Forbhin), Karlina Puspa sangat menyayangkan sikap dan tindakan adanya aksi sepihak para Relawan Jokowi.

Seperti yang diberitakan Immanuel Ebenezer atau Noel dari Organ Joman meminta Jokowi melakukan reshuffle para menteri yang diduga terlibat dalam bisnis tes PCR, yaitu Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Namun, Immanuel Ebenezer mengungkapkan tak hanya menteri yang diduga terlibat dalam bisnis tes PCR yang mereka sarankan untuk reshuffle, tetapi ada satu nama lain.

Selanjutnya Immanuel Ebenezer menyatakan bahwa pihaknya meminta pada Presiden Jokowi juga untuk melakukan reshuffle terhadap Menteri Sekretaris Negara, Pratikno seperti dilansir Pikiran-Rakyat.com dari YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Jum’at (5 November 2021).

“Gemblung Noel ini, sudah kebelet agenda politik 2024, harusnya dia lakukan komunikasi dong Jokowi, kan kata dia (red-Noel) Jokowi denger omongannya, ini kan seperti meludah ke atas dan jatuh kena muka sendiri,” ujar perempuan yang rela merogoh dana pribadi untuk bergerak pada pilpres 2014 dan 2019, Kamis (11/11).

Sejumlah organisasi relawan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pendukung Jokowi (KKPJ) meminta presiden segera melakukan pembersihan kabinet pemerintah dari penumpang pembajak.

KKPJ ini terdiri atas sejumlah kelompok pendukung Jokowi seperti PROJO, Seknas Jokowi, Bara-JP, KAPT, Almisbat, RPJB, Duta Jokowi, RKIH, hingga Joman.

Perwakilan PROJO, Panel Barus, menyebut saat ini agenda perubahan yang dibawa Jokowi telah dibajak kelompok ‘orang dalam’ kabinet. Mereka, katanya, membawa visi yang bertentangan dengan visi kemajuan Jokowi (CNN Ind 5/11/21).

“Saya tegaskan, dari relawan Jokowi yang saya kenal dan tahu, mereka murni tegak lurus pada Jokowi, jangan sampai ada Oligarki dalam Relawan, jadi main klaim aja atas nama Relawan Jokowi dan ingat ya, ada ngaku Relawan Jokowi tapi ngambek karena ngga jadi komisaris, dan ngambek pula karena ngga masuk kabinet, yang namanya Relawan itu bergerak tanpa pamrih, dan jika diberikan amanah jadi Komisaris atau masuk kabinet, jangan ngobok – ngobok Jokowi dari dalam dan akhirnya nilai perjuangan Relawan jadi rusak,” tegas pelopor berdirinya Kawan Ganjar ini menutup pembicaraannya. (Red).

Total
1
Shares
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Previous Article

BNI Luncurkan Kartu Kredit E-Commerce Kolaborasi Dengan JD.ID

Next Article

MAXstream Rilis ‘Angling Dharma’, Drama Kolosal Orisinal yang Diadopsi dari Cerita Legenda Populer Tanah Air

Related Posts