Kota Cirebon – ekpos.com – Walaupun diiringi hujan lebat, Perayaan Hari Toleransi Internasional di Cirebon berlangsung sukses.
Kegiatan yang diadakan oleh Forum Kebhinekaan Cirebon di Gedung Negara dihadiri ratusan elemen lintas budaya dan agama. Rangkaian acara dari mulai tari topeng, Gamelan Bali, Gamelan Cirebon, dan lainnya ditampilkan dengan baik. Selain itu, dialog kebangsaan yang dibawakan oleh narasumber dari tokoh lintas agama oun berlangsung interaktif dan komunikatif.
Penanggung Jawab Pelaksanaan Kegiatan sekaligus Panglima Tinggi Laskar Macan Ali, Prabu Diaz mengatakan, peringatan Hari Toleransi Internasional dikemas dalam kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang mengundang para tokoh lintas agama, lintas budaya, dan lintas etnis.
“Kegiatan ini diselenggarakan atas kesadaran bersama bahwa Toleransi sangat penting untuk diperkuat, karena ini merupakan pondasi bangsa Indonesia yang di dalamnya terdiri dari beragam budaya. Para pemuda, mahasiswa, pelajar, tokoh lintas agama, lintas budaya, dan lainnya bersatu terlibat dalam kegiatan tersebut,” katanya, Kamis (2/11/2021) malam.
Melalui kegiatan tersebut, pihaknya hendak menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa Indonesia terdiri dari multikultur dan etnis, sehingga kesatuan yang kuat ini harus terus dipelihara hingga ke generasi berikutnya.
“Dari Cirebon kami ingin mengejawantahkan ke seluruh penjuru Nusantara untuk menjaga perdamaian, menjaga persatuan, karena damai itu indah,” imbuhnya.
Ia menekankan, toleransi jangan sampai forusak oleh informasi atau isu-isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya baik dari media sosial maupun dari lingkungan masyarakat.
“Jangan sampai toleransi dirusak oleh berita hoax atau hal-hal kecil yang dapat mengikis persatuan bangsa,” ujarnya.
Ia berharap, generasi muda dapat melanjutkan tongkat estafet toleransi sehingga kedaulatan NKRI tetap terjaga dan Indonesia menjadi bangsa besar yang dihormati dunia.
“Seluruh elemen,kami sepakat untuk terus menjaga api toleransi supaya tidak padam. Kami berharap, generasi muda dapat memeriksa semangat ini, sehingga Indonesia lebih kuat, lebih sejahtera, dan NKRI tetap berdaulat,” pungkasnya. (Red)