Belum di Lakukan Bupati Sebelumnya, Bupati Herman Sambangi dan Salami Pupuhu-Kru Kuda Kosong

Bupati Cianjur Herman Suherman menyambangi dan berjabat tangan dengan Pupuhu Tradisi Kuda Kosong, KH.Dr. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag.dan rombongan.sabtu,20/08/2022.dok.al-ukhuwwah

Cianjur, ekpos.com

Carnaval  budaya tradisi Kuda Kosong yang digelar  ( Sabtu, 20/08/2022). Sangat meriah, antusias masyarakat begtu tinggi, mereka datang dari berbagai pelosok Kabupaten Cianjur,  tumpah ruah ke jalan untuk menyaksikan pertujukan  budaya kuda kosong bertepatan pawai peringatan  HUT.RI ke-77.

Namun, ada pemandangan berbeda dalam gelaran Tradisi Kuda Kosong tahun ini, ialah   Bupati Cianjur Herman Suherman menyambangi dan berjabat tangan dengan Pupuhu Tradisi Kuda Kosong, KH.Dr. Dadang Ahmad Fajar, M.Ag.dan rombongan.

Tentu,hal tersebut mendapat apresiasi dari rombongan pawai Kuda Kosong dan masyarakat atas kepedulian Bupati Cianjur Herman Suherman dalam menyambut tradisi budaya  leluhur Cianjur tersebut. Cara Bupati menyambut Kuda Kosong dengan  beranjak meninggalkan tempat kehormatan, menyambangi dan bersalaman dengan Pupuhu Kuda Kosong dan rombongan merupakan momen sejarah dalam gelaran budaya kuda kosong. Sebab, apa yang dilakukan Bupati Herman, belum pernah dilakukan oleh bupati sebelumnya.

“ Belum pernah terjadi sepanjang bupati sebelumnya, bupati sampai turun dari kursi kehormatan, hanya sekedar  menyambangi dan bersalaman kepada rombongan pawai Kuda Kosong.” Ungkap Bah Dadang yang juga Ketua Harian Budaya Cianjur ini.

Menurut Dosen UIN SGD Bandung ini, cara penyambutan Bupati Herman dalam gelaran tradisi kuda kosong sebagai bentuk tinggi nya perhatian dan kepedulian atas budaya leluhur yang sarat makna ini.

Di bawah kepemimpinan  KH,Dr Dadang Ahmad Fajar, M.Ag, yang juga ketua Lesbumi NU PC Cianjur dan Pengasuh Pontren Al Ukhuwwah  keberadaan Tradisi Kuda Kosong terus di mumule dalam memberikan konstribusi positif terhadap budaya yang menjadi Icon cianjur.

Guru Peduli Kuda Kosong

Tradisi Kuda Kosong, warisan budaya leluhur  cianjur, terus dijaga dan dirawat keberadaannya.Belum lama ini, para guru se- Kabupaten Cianjur ditugaskan untuk menulis sejarah awal mulanya Tradisi Kuda Kosong. Upaya tersebut sebagai wujud kepedulian para guru baik SD, SMP dan SMA dalam pengenalan serta  pembelajaran kuda kosong kepada generasi muda. *** Har

Total
9
Shares
Previous Article

Atlet Tembak Marinir TNI AL Unjuk Gigi di Indoarm Super Match 2022

Next Article

Satgas TMMD Reg Ke-114 Serahkan Hadiah Untuk Pemenang Turnamen Bola Volly Merah Putih Cup

Related Posts