KTT G20 Mempercepat Pemulihan Ekonomi Nasional

 

Jakarta – ekpos.com – Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Penunjukan tersebut merupakan suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia Karena, dunia telah memercayakan kemampuan Indonesia untuk mengemban amanah yang besar.

Nikolas Agung SR, Direktur Utama PT. Amarta Karya (Persero) mengatakan, awal mula pemilihan Indonesia sebagai pelaksana KTT G20 2022 terdapat 2 isu besar yang dibahas pada KTT G20 yaitu isu Finance Track dan isu Sherpa Track. Indonesia merupakan salah satau negara yang berhasil keluar dari permasalahan ekonomi yang melanda banyak negara sebagai dampak pandemi Covid-19. Hal itu tercatat dalam surplus neraca perdagangan Indonesia. Ini adalah isu Sherpa Track yang bisa diatasi dengan baik oleh Indonesia.

“Di samping posisi Indonesia yang sangat strategis di Kawasan Asia, Indonesia juga dipandang sebagai emerging economy country dengan potensi ekonomi yang sangat besar sehingga layak mewakili negara – negara dalam kelompok negara berkembang di Kawasan Asia Tenggara untuk menjadi tuan rumah dari KTT G20 tahun 2022,” ungkap Dirut PT. Amarta Karya tersebut melalui keterangannya, Jum’at (11/11).

Dampak jangka pendek dari pelaksanaan KTT G20 di Indonesia, dapat dilihat dari sektor pariwisata dan sektor penunjang pariwisata, seperti transportasi, akomodasi.

Selain itu, yang terkena dampak lain adalah UMKM yaitu dengan banyaknya pembukaan lapangan kerja baru banyak terjadi sepanjang persiapan untuk menuju tuan rumah KTT G20.

“Kenaikan devisa menjadi satu hal yang sangat dirasakan oleh Indonesia. Kita lihat bahwa okupansi hotel, terutama di Bali, sejak Oktober 2022 meningkat lebih dari 70%. Dan ini juga akan berdampak kepada daerah – daerah yang lain yang menunjang Bali, seperti Surabaya, Jakarta, Lombok, dan lain-lain, sangat dirasakan,” jelas Nikolas.

Pelaksanaan KTT G20 di Bali, juga memberikan dampak jangka panjang yaitu dengan memanfaatkan pertemuan G20 untuk membangun kerjasama yang menguntungkan dengan para pelaku usaha yang menjadi delegasi negara yang hadir.

Selain itu, meningkatkan aspirasi pemulihan negara berkembang dan pemulihan bersama dengan memanfaatkan digitalisasi. Yang paling penting adalah pemulihan ekonomi untuk kebijakan fiskal guna menurunkan risiko dan krisis ekonmi ataupun krisis keuangan di masa depan.

“Saya melihat bagaimana nantinya KTT G20 dapat membantu membangkitkan perekonomian Indonesia karena yang kita ketahui bahwa negara G20 memainkan peranan penting di dalam pertumbuhan dan pembangunan global yang berkesinambungan, yang kuat, yang seimbang, dan kondusif hal ini karena negara – negara G20 menyumbang 80% dari PDB dunia, dimana 75% nya berasal dari perdagangan internasional. Disinilah yang menjadi kunci kebangkitan perekonomi Indonesia,” terangnya.

Nikolas Agung juga mengatakan bahwa, Indonesia memiliki banyak komoditas yang bisa menjadi sumber dari kebangkitan ekonomi yang dapat terbukti dari surplus neraca perdagangan Indonesia sejak tahun 2020, 2021 dan dipertahankan di tahun 2022 ini.

“Kuncinya adalah pada hilirisasi komoditas yang memegang peranan, yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah kita,” tutupnya. (Red).

Total
0
Shares
Previous Article

Komisi X DPR Tinjau Persiapan Stadion Manahan Untuk Piala Dunia U-20

Next Article

IKN Nusantara sebagai Generator Ekonomi Indonesia

Related Posts