Imigrasi Cirebon Bekerja Sama dengan Polda Jabar Gagalkan Pemberangkatan 25 CPMI Ilegal dari BIJB Menuju Malaysia

Istimewa

Cirebon – ekpos.com – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon berhasil menggagalkan pemberangkatan terduga Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Non Prosedural melalui Terminal Keberangkatan Internasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Majalengka pada 1 Maret 2024.

Keberhasilan tersebut tentunya berkat kerja sama antara Polda Jawa Barat, Polsek Kertajati serta tim lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon, Nur Raisha Pujiastuti menjelaskan, pada Jum’at 01 Maret 2024 petugas Imigrasi mendapatkan informasi dari penyidik Polda Jawa Barat bahwa akan ada calon penumpang patut diduga akan menjadi PMI Non-Prosedural yang akan menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MH 844) rute Kertajati – Kuala Lumpur.

Berdasarkan informasi penyidik bahwa ada beberapa nama yang sedang menjadi target operasi guna kepentingan penyelidikan Polda Jawa Barat.

Saat tim dari Polda Jawa Barat tiba, selanjutnya tim pemeriksaan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon yang bertugas di Bandara Kertajati pun langsung berkolaborasi dengan tim Penyidik Polda Jawa Barat dalam mencari target-target penyelidikan tersebut.

“Akhirnya Tim Penyidik Polda Jawa Barat dengan didampingi Imigrasi Kelas I TPI Cirebon di Bandara Kertajati berhasil mengamankan dan mencegah keberangkatan 25 orang yang akan menuju Kuala Lumpur Malaysia,” ujar Nur Raisha Pujiastuti kepada awak media, Minggu (3/4/24).

Pujiastuti sapaan akrabnya mengatakan, dari 25 orang tersebut semuanya berjenis kelamin perempuan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang diduga akan menjadi CPMI Ilegal atau Non Prosedural. Turut hadir juga Kapolsek Kertajati dan jajaran disana mendampingi dan mengamankan,” terangnya.

Atas kejadian tersebut, Imigrasi Kelas I TPI Cirebon didampingi Tim Penyidik Polda Jawa Barat melakukan penundaan keberangkatan serta melakukan penolakan keberangkatan terhadap yang bersangkutan untuk kemudian diperiksa lebih lanjut oleh Polda Jabar.

“Kami dokumentasikan lalu melaporkan kepada pimpinan pada kesempatan pertama pastinya,” jelasnya.

“Untuk semua tindakan dan informasi tersebut pun telah disampaikan dan ditembuskan kepada Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi, BoD pada Direktorat Jenderal Imigrasi serta Kepala Divisi Keimigrasian pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat,” imbuhnya.

Kakanim Cirebon menambahkan, sebelumnya sempat beredar informasi yang salah terkait penangkapan tersebut di salah satu portal berita online yang menyebutkan seakan tidak adanya koordinasi antara Polda Jabar dengan pihak Kantor Imigrasi Kelas I TPI Cirebon dan bahkan penulisan nomenklatur kantor Imigrasi pun salah.

“Sebenarnya hal tersebut tidak benar, seakan tidak ada koordinasi bahkan tidak ada konfirmasi. Disini kami pastikan Imigrasi Cirebon bersama Polda Jabar sudah melakukan pelaksanaan penindakan sesuai dengan SOP dan ketentuan yang berlaku. Kami terus berkolaborasi dan pastinya bersinergi untuk melaksanakan pencegahan keberangkatan PMI Non Prosedural,” pungkasnya.

Total
0
Shares
Previous Article

Ketua PH PHDI Provinsi Jawa Barat, Menghadiri Upacara melasti di Pantai Pelabuhan Segara Cirebon

Next Article

Duta Besar RI Untuk Bangladesh Tinjau Latihan MPE 24 Shanty Prayas IV

Related Posts