Cimahi, Ekpos.com
Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) Fakultas Ushuludin, UIN SGD Bandung melakukan kolaborasi sinergis dengan MUI Kota Cimahi dengan menggelar Pelatihan Kalibrasi atau uji akurasi arah Kiblat,di Mesjid Miftahus Shiddiq, RW 09, Kihapit, Kelurahan, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu, 30 Maret 2024. Kegiatan ini merupakan agenda Praktek Profesi Mahasiswa (PPM) dan Praktikum Mata Kuliah Sains (PMK) prodi Ilmu Hadis.
Kegiatan yang digelar satu hari ini, di hadiri Ustaz Bustanul Arifin, selaku Pengurus MUI Cimahi sekaligus tim Kalibaror Badan Hisab Rukyat Cimahi
Dalam sambutannya, Ketua Prodi Ilmu Hadis Kaprodi, Dr Agus Suyadi, memaparkan bahwa urgensi skill kalibrasi sebagai bagian kompetensi mahasiswa dimasa depan. Mengingat kebutuhan SDM Kalibrator ditingkat Masyarakat masih minim, sementara permintaan akurasi kiblat sangat tinggi.
“ Bukan hanya Mesjid , tapi juga area pemakaman, Lokasi shalat Lebaran dilapangan , bahkan banyak rumah yang menghendaki keakuratan kiblat di musholla nya,Karena itu skill ini mesti dimiliki oleh mahasiswa Ushuludin dan Ilmu Hadis khususnya dalam pelayanan terhadap Masyarakat,” ujar Agus. Bahkan tambah Agus yang juga Pengurus MUI Kota Cimahi ini,menjelaskan bahwa kedepan sangat dimungkinkan sertifikat kelayakan kalibrasi ini menjadi capaian SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah) bagi mahasiswa alumni Universitas Islam.
” Kita akan follow up pembinaan skill ini dengan berkonsultasi kepada MUI dan BHRD Propinsi untuk target SKPI ini,”ucapnya.
Menurutnya, Kegiatan Pelatihan ini merupakan lanjutan dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) kluster Binaan Berbasis Masjid yang dilaksanakan oleh prodi di Cimahi sejak tahun 2023.Pelatihan berupa pemadatan materi astronomi berbasis kajian hadis tematik astronomi dan penentuan kiblat.
“Pelatihan ini mengambil tema Kalibrasi Arah Kiblat ini, sebagai mengkolaboraksikan penghitungan manual melalui alat Mizwala Qibla Finder dan penggunaan Aplikasi Digital.” Tandasnya.
Lebih jauh Agus menjelaskan Acara digelar ditengah terik matahari supaya mendapat keakuratan atau kalibrasi arah kiblat sebagai tolak ukur masjid Miftahus Shiddiq dijadikan sebagai area kalibrasi.
Ia menyimpulkan dengan adanya kemiringan dibawah 5 derajat dari arah mihrab yang ada. Walau masih dalam Batasan yang ditolelir namun menjadi spirit literasi urgensi arah kiblat dalam urusan ibadah kaum muslilmin.Hasil penguruan ini memang tidak dijadikan Keputusan resmi. Sebab legalisasi formal akurasi kiblat adalah kewenangan pihak BHRD dan Kemenag daerah setemat.
“Pelatihan ini hanya memberi pelatihan ketrampilan skill bagi mahasiwa Prodi Ilmu Hadi sekaligus pengembangan materi kajian Hadis Sains dan Tematik diperkuliahan. Kedepan untuk pendalaman direncankan skill ini akan di perdalam untuk menghitung akurasi arah kiblat di musholal kampus Fakultas Ushuluddin setelah berkonsultasi dengan BHRD dan Kemenag Dimana kampus berada.” ungkapnya.
Sebagai Ketua Prodi Ilmu Hadis, Agus menyampaikan bahwa pentingnya kegiatan ini karena memang masih banyak diantara masjid-masjid di sekitar kita yang belum tepat arah kiblatnya. “Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan bermanfaat untuk kita semua khususnya untuk para mahasiswa dalam berkiprrah dan mengabdi dikelak kemudian hari”.harap Kaprodi.*** HR