Jakarta || Ekpos.com, 28 Februari 2025 Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, S.T., M.M. menghadiri pertemuan internasional Training, Research and Development Center-Board of Directors (TRDC BOD) ke-14, East Asia Hydrographic Commission Steering Committee (EAHC SC) ke-11, dan Malacca and Singapore Strait Electronic Navigational Chart Steering Committee (MSS ENC SC) ke-16 bertempat di Hangzhou, Cina pada tanggal 25 sampai dengan 28 Februari 2025. Danpushidrosal hadir mewakili Indonesia selaku Ketua Komisi Regional Asia Timur International Hydrographic Office (IHO).
Dalam Kegiatan tersebut Danpushidrosal didampingi oleh Inspektur Jenderal TNI AL (Irjenal) Laksamana Muda TNI Hardiko, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., CRMP, Asopssurta Danpushidrosal Laksamana Pertama Dwi Jantarto, S.T., M.T..dan Kadishidro Pushidrosal Letkol Laut (P) Indragiri Yani W., S
T., M.Sc., M.Tr.Opsla. Pertemuan internasional ini dihadiri perwakilan delegasi antara lain Brunei Darussalam, Cina, Jepang, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Australia, Inggris, Vietnam, perwakilan organisasi internasional terkait kelautan dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal dari IHO, Dr. Mathias Jonas.
Kegiatan pertemuan internasional yang dilakukan merupakan kegiatan dewan pengarah pengembangan pelatihan, riset dan kerja sama hidrografi khususnya di wilayah Asia Timur dan sekitarnya, di bawah arahan Ketua EAHC dan juga dengan dukungan dari organisasi IHO. Hasil kerja sama yang dilakukan diharapkan dapat menyiapkan para negara anggotanya dalam memenuhi tantangan kebutuhan peran hidrografi dunia yang terus berkembang. Komandan Pushidrosal selaku Ketua EAHC menekankan pentingnya kolaborasi di bidang hidrografi untuk menjamin keamanan bernavigasi, perlindungan terhadap lingkungan maritim, serta arah program strategis EAHC yang selaras dengan program pembangunan berkelanjutan sesuai petunjuk dari organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekjen IHO Dr. Mathias Jonas yang menyampaikan bahwa wilayah Asia Timur sebagai wilayah ekonomi maritim dunia yang vital sehingga peran ilmu hidrografi yang termutakhir mutlak dibutuhkan untuk menjamin keamanan dan efisiensi perdagangan maritim di wilayah ini.
Beberapa poin kegiatan yang dibahas antara lain adalah mengenai hasil Program Pembangunan Kapasitas di tahun 2024 serta rencana lanjutan di tahun berikutnya, laporan kesiapan produksi peta sesuai dengan standar yang terbaru, laporan perkembangan kegiatan Tim Kerja Pembangunan Infrastruktur Data Spasial Maritim, rencana revisi peraturan dasar EAHC yang lebih efisien dan akomodatif sesuai dengan perkembangan kebutuhan organisasi, laporan informasi kegiatan riset dan pengembangan yang dilakukan oleh negara anggota EAHC, penyampaian masukan dari para anggota maupun pengamat yang hadir, serta penyampaian arah strategis IHO dalam memperkuat fondasi komunitas hidrografi global yang semakin berperan bagi kesejahteraan masyarakat dunia.
(Red)