TRENGGALEK || Ekpos.com – Dengan semangat tinggi, para Bintara Pembina Desa (Babinsa) Kodim 0806/Trenggalek mengikuti Sosialisasi Pengadaan Gabah dan Beras Tahun 2025 yang digelar oleh Kepala Cabang Bulog Tulungagung, Rabu (26/2/2025).
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis untuk memastikan petani di Trenggalek mendapatkan akses yang jelas dan adil dalam menjual hasil panennya, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Pasiter Kodim 0806/Trenggalek, Lettu Inf Moh. Anwar Idris, mewakili Dandim 0806/Trenggalek, Letkol Czi Yudo Aji Susanto, S.Sos, M.A, menyambut baik inisiatif ini dan menegaskan bahwa Babinsa siap berperan aktif sebagai jembatan antara petani dan Bulog. “Sinergi antara TNI AD dan Bulog sangat penting untuk memastikan hasil panen petani dapat terserap dengan baik. Babinsa di lapangan akan terus mengawal dan mendampingi petani agar mekanisme ini berjalan optimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Bulog Tulungagung, David Donny Kurniawan menegaskan bahwa, program ini bukan sekadar sosialisasi, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi petani melalui kebijakan harga yang adil.
Pemerintah telah menetapkan harga minimal gabah sebesar Rp. 6.500 per kilogram, sehingga petani memiliki kepastian dalam menjual hasil panennya.
“Bulog siap menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditetapkan. Kami berharap Babinsa dapat membantu menyebarluaskan informasi ini, sehingga petani tidak lagi bingung atau dirugikan oleh tengkulak,” ujar David.
Tak hanya itu, dalam sesi ini juga dipaparkan secara detail mekanisme pembelian gabah oleh Bulog, mulai dari prosedur administrasi hingga teknis pengiriman ke gudang Bulog.
Babinsa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dengan aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait teknis pelaksanaan di lapangan.
Melalui sosialisasi ini, Babinsa diharapkan menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan pemerintah di sektor pertanian, memastikan petani memperoleh haknya, serta berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di Kabupaten Trenggalek.
Dengan kolaborasi yang solid antara TNI AD, Bulog, dan petani, ketahanan pangan nasional bukan hanya sebuah wacana, tetapi kenyataan yang bisa diwujudkan bersama. (Red).