JAKARTA || Ekpos.com – Anggota Komisi VIII DPR RI, Sudian Noor mempertanyakan jenis dan type pesawat yang akan digunakan untuk memberangkatkan calon jemaah haji asal Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Pasalnya, pengalaman sebelumnya (2015) dengan type pesawat yang sama mengalami kendala saat akan bermanuver (belok) di landasan Bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
“Melihat pengalaman tahun 2015 di mana pesawat tipe Airbus 330 terbang dari Banjarmasin, mampir di Batam, langsung ke Jeddah mengalami masalah saat di bandara, tidak bisa berputar (belok) atau bermanuver di landasan bandara, karena badan pesawat yang besar. Sehingga harus dibantu pihak bandara. Dan ternyata pesawat dengan type sama itulah yang rencananya akan digunakan Lion untuk memberangkatkan calon jemaah haji 2025 dari Banjarmasin. Oleh karena itu, kami mempertanyakan hal tersebut. Jangan sampai kejadian sebelumnya kembali terjadi,” ujar Sudian saat kunjungan Komisi VIII DPR ke Asrama Haji Banjarmasin, Kalsel, Rabu (26/2).
Meskipun diakuinya beberapa pesawat Lion yang berbadan besar, juga dipergunakan untuk memberangkatkan jemaah umroh di beberapa daerah lainnya. Namun Ia mengingatkan, agar pengalaman tahun 2015 lalu bisa menjadi pelajaran dan dapat diantisipasi sebelumnya. Dan pihak Lion benar-benar memberikan pesawat terbaiknya untuk memberangkatkan calon jemaah haji asal Banjarmasin.
Menanggapi hal tersebut, salah satu direktur Lion yang hadiri dalam kesempatan itu mengatakan bahwa, hal tersebut sudah teratasi. Bahkan pihak angkasa pura bandara Syamsudin Noor Banjarmasin juga mengamini hal tersebut. Keduanya meyakini bahwa, bandara tersebut aman, dan peristiwa 2015 tidak akan terulang kembali.
Meski demikian, politisi dari Fraksi PAN tersebut berharap ke depannya, panjang landasan bandara Syamsudin Noor, Banjarmasin Kalimantan Selatan itu dapat diperbesar lagi. Jika saat ini masih 2500 meter, maka Sudian berharap ke depan bisa ditambah 500 meter, menjadi 3000 meter. Sehingga dapat menjadi bandara internasional, yang bisa memberangkatkan calon jemaah haji langsung ke Arab Saudi, tanpa terlebih dahulu transit di daerah lain.
“Sebenarnya kasihan calon jemaah haji jika harus transit selama beberapa jam di daerah lain. Oleh karena itu, saya berharap bandara di Banjarmasin bisa ditambah panjang landasannya, sehingga dapat menjadi bandara internasional yang bisa memberangkatkan jemaah haji langsung ke Arab Saudi tanpa transit terlebih dahulu di daerah lain, seperti Padang atau Medan,” harapnya. (Ayu).