Bandung, Ekpos.com
Wawancara Eksklusif dengan Prof. Dr. H.A. Rusdiana MM. Pakar Manajemen Pendidikan UIN Bandung, Pediri dan Pembina Yayasan Pendidikan Al-Mishbah Cipadung-Bandung & Yayasan Tresna Bhakti Cinyasag-Panawangan-Kab. Ciamis Prov. Jawa Barat.
Setiap momentum wisuda merupakan awal perjalanan baru bagi lulusan dalam mengaplikasikan ilmu mereka di tengah masyarakat. Pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-102, UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengusung tema Mewujudkan Generasi Rahmatan Lil Alamin. Tema ini sangat relevan dalam menghadapi era Society 5.0 yang menuntut keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai kemanusiaan. Dalam teori pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia, konsep rahmatan lil alamin mencerminkan generasi yang berkontribusi positif bagi peradaban berbasis nilai-nilai Islam dan inovasi teknologi. Namun, terdapat kesenjangan (GAP) antara kesiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dunia kerja serta perubahan teknologi yang sangat cepat. Oleh karena itu, penting untuk menggali bagaimana generasi lulusan dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa guna menyongsong Indonesia Emas 2045. Berikut Jawaban atas pertanyaan Rekan Mendia, mari kita elaborasi satu-persatu:
Pertama: Konteks Manajemen Pendidikan Tinggi dalam Mewujudkan Generasi Rahmatan Lil Alamin; Dalam konteks manajemen pendidikan tinggi, tema ini mengandung beberapa aspek penting yang dapat dikembangkan: 1) Integrasi Kurikulum Berbasis Nilai dan Teknologi Pendidikan tinggi harus mengadopsi pendekatan holistik yang menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai spiritual. Hal ini mencakup penguatan kurikulum berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan, namun tetap mempertahankan etika dan moralitas Islam; 2) Pengembangan Soft Skills dan Leadership Selain keahlian teknis, lulusan harus dibekali dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, dan pemecahan masalah agar mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat; 3) Kolaborasi dengan Industri dan Dunia Usaha Pendidikan tinggi perlu membangun sinergi dengan dunia industri agar lulusan memiliki kesiapan dalam memasuki dunia kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini.
Kedua: Langkah Strategis dalam Menciptakan Generasi Rahmatan Lil Alamin Menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mewujudkan generasi unggul yang sejalan dengan nilai rahmatan lil alamin, beberapa langkah strategis yang perlu disiapkan adalah: 1) Peningkatan Literasi Digital dan Inovasi Dalam era 5.0, lulusan harus mampu menguasai teknologi digital serta berinovasi untuk memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Digitalisasi dalam berbagai sektor harus diiringi dengan pemahaman etika dan kebermanfaatan sosial; 2) Penguatan Karakter dan Pendidikan Moral Generasi emas 2045 tidak hanya unggul dalam aspek intelektual, tetapi juga harus memiliki karakter kuat yang berbasis pada nilai Islam, seperti integritas, disiplin, dan kepedulian sosial; 3) Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan Berbasis Teknologi Mendorong lulusan untuk menjadi wirausahawan berbasis teknologi agar dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketiga: Pesan Moral bagi Generasi Z Menuju Indonesia Emas 2045; Generasi Z sebagai pemimpin masa depan memiliki peran penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Pesan moral yang perlu ditekankan adalah: 1) Selalu Beradaptasi dan Belajar Sepanjang Hayat Perubahan zaman yang cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan keterampilan; 2) Menjaga Nilai-Nilai Kebaikan dan Kebermanfaatan Dalam setiap inovasi dan tindakan, generasi muda harus selalu berorientasi pada kemaslahatan umat dan nilai-nilai Islam; 3) Menjadi Agen Perubahan Positif Generasi Z harus berperan sebagai agen perubahan dengan membawa solusi nyata terhadap permasalahan sosial dan lingkungan.
Tema Mewujudkan Generasi Rahmatan Lil Alamin dalam wisuda UIN Sunan Gunung Djati Bandung Ke-102 sangat relevan dalam menghadapi era Society 5.0 dan menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapainya, diperlukan transformasi dalam manajemen pendidikan tinggi, langkah strategis dalam peningkatan keterampilan dan karakter, serta kesadaran moral bagi generasi muda agar menjadi pemimpin masa depan yang unggul. Maka dengan ini, merekomendasi: 1) Pendidikan tinggi harus memperkuat sinergi antara kurikulum berbasis teknologi dan nilai-nilai spiritual; 2) Pemerintah dan institusi pendidikan perlu mendorong pengembangan kewirausahaan dan inovasi digital; 3) Generasi Z harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga nilai moral, dan berkontribusi positif bagi bangsa dan dunia.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan generasi muda dapat menjadi rahmatan lil alamin yang mampu membawa Indonesia menuju kejayaan di tahun 2045. Membangun generasi unggul berbasis nilai Islam dan teknologi dalam menghadapi era 5.0 guna mewujudkan Indonesia Emas 2045. Wallahu A’lam.